Mukadimah


Perjalanan pertama dari blog ini dimulai dari tulisan berjudul Mukadimah. Sebab, sebelum melangkah lebih jauh layaknya sebuah petualangan, alangkah baiknya saya memperkenalkan diri dan mengutarakan apa yang ingin saya capai. Saya adalah Sofyan H. Setiadi, seorang lelaki  penggila sepak bola. Tentu saja, dari lubuk hati yang terdalam saya masih berkeinginan menjadi penulis, menulis di blog misalnya. Hehe…. Apalagi saya seorang penyuka sejarah (jangan dibaca Kenangan), hmm rumit.

Nantinya blog ini akan “dirawat” oleh beberapa kawan saya juga, kami adalah orang-orang dengan kecenderungan minat berbeda, bersama saya dan dua orang lainnya. Saya dan Alfian Nidlor menyukai hal-hal yang berkaitan dengan buku dan tulisan, sedang yang satunya adalah Novan, seorang yang gemar menggambar, melukis dan atau mewarnai. Kayak anak TK yak.? Dasar, Guru Taman kanak-kanak. Juga kemungkinan akan ada kawan-kawan lain yang ikut menulis, biar seru. Serukanlah!!

Oh.. iyaa, nama atau alamat blog ini adalah titikdanspasi, yaudah, saya ceritakan sekalian kenapa harus titik dan spasi. Awalnya semua bermula ketika saya dan Novan sedang ngopi di warung kopi langganan pada suatu sore yang gerimis. Kala itu, saya mengutarakan niatan membuat blog dan kawan saya Novan langsung setuju begitu saja, saat saya sedang dalam tahapan menamai blog ini terjadilah sebuah kebingungan, nantinya saya beri nama apa. Saya tanyakan saja hal ini pada Novan, sejujurnya Novan ini, menurut saya, agak memiliki mulut yang busuk, maksudnya dia suka Ceplas-ceplos, lalu dia bertanya; “idemu tentang blog ini seperti apa?” kujawab singkat: “tentang petualangan, Van”. Dan dia diam sejenak sembari memegangi hidung layaknya sedang berpikir kemudian berujar; “Titik dan Spasi saja”…
“filosofinya?”, kataku. Kali ini Novan mulai membenarkan posisi duduknya, Ia seolah sedang akan melakukan presentasi, “gini, Sof, kamu menginginkan petualangan, ibaratnya titik (.) adalah apa yang menjadikan petuanganmu berhenti, katakanlah kamu beristirahat, sedangkan Spasi (spasi) menjadi sebuah jarak atau ancang-ancang untuk memulai petualangan kembali. Istirahat dan ancang-ancang itu penting, supaya kamu tidak mendapati kejenuhan, bukan?” oke, aku mulai paham, sekarang mulutnya sudah tidak lagi busuk.,

Atau mungkin Novan sudah mulai rajin gosok gigi.

Terima kasih, Novan. Mari lanjut, tanpa takut!!

Oldest