
Pelangi pernah
dikira tangga dari langit. kanak-kanak yang percaya itu akan mencari ujungnya untuk
menemukan bidadari turun dari langit yang akan mandi di sungai. Pelangi biasanya
muncul setelah reda hujan dan langit terpapar sinar matahari, membentang tujuh warna
mejikuhibiniu. Aku mencarinya setiap kali pelangi muncul setelah hujan reda, bahkan
ketika semburan selang pemadam kebakaran memadamkan kebakaran pasar 1995.
Lima tahun
sebelum kebakaran pasar 1995, menurut ibuku aku lahir senin pagi setelah hujan
reda, kawanku sudah berumur satu tahun dan kami belum berkenalan. Kami mengenal
pelangi dari lagu yang menyebutnya lukisan agung ciptaan tuhan dan cerita
tentang tujuh bidadari yang turun dari surga, numpang mandi di sungai yang
mengalir di bumi.
Kuingat saat itu pelangi muncul
ketika semburan (percik) air dari selang pemadam kebakaran disorot matahari
yang mulai sore. Waow! --Nampaknya bagiku-- Bidadari mandi di kebakaran pasar.
Aku dan kawanku (bergairah) semangat mendekat mengikuti semburan pemadam kebakaran itu. Sial, orang-orang tua marah --ketika baru saja kami mendekati kerumunan yang tegang, menonton kios-kios
lokalisasi yang juga terbakar--, mungkin mereka iri pada kami, atau belum
waktunya saat itu kami melihat bidadari mandi karena masih dibawah umur? Dan
ini adalah urusan mereka, para orang tua. Pantas orang-orang tua senang
menonton kebakaran pasar, ribut dan mondar-mandir histeris.
Kudengar kebakaran ini disengaja
pihak pengelola pasar, aku tidak penasaran pengelola pasar sampai sengaja
melakukan itu. Pikirku, pengelola pasar sengaja membuat kebakaran untuk sarana
hiburan menarik minat konsumen pasar, lagi pula bidadari tidak tartarik numpang
mandi di sungai. Di kotaku, sungai tidak jernih, tidak mengalir dan banyak
sampah.
Lantas kenapa bidadari numpang
mandi di sungai atau di kebakaran pasar? Bukannya pak ustadz bilang di surga
mengalir tujuh macam sungai istimewa?.
oleh; Ceng Romli
penghubung; romliceng@gmail.com
instagram; @kacing.calang (ID-nya sering ganti)
ConversionConversion EmoticonEmoticon